Daerah  

SEBELUM MERAH PUTIH BERKIBAR, JIWA DIBERSIHKAN DULU! Warga Krajan Bajulmati Guncang TPU dengan Sapu Lidi & Doa: “Merdeka Itu Juga Berarti Menghormati Para Pendahulu!”

kurniadi280367
Oplus
Oplus_131072

globalindoinvestigasi.com

BANYUWANGI – Sementara sebagian besar orang sibuk mempersiapkan atribut pesta kemerdekaan, warga Dusun Krajan, Desa Bajulmati, memilih jalan yang berbeda namun jauh lebih menyentuh hati. Pada Minggu (16/8/2026), H-1 puncak HUT RI ke-81, ratusan warga bersama berbagai kelompok jamaah masjid turun langsung ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bajulmati. Bukan untuk berziarah biasa, melainkan melakukan aksi bersih-bersih massal sebagai bentuk bakti nyata kepada para leluhur dan pahlawan tak dikenal yang telah mendahului mereka.

Aksi ini digagas oleh Takmir Masjid Nurul Huda yang dipimpin oleh H. Sudiyono, serta mendapat dukungan penuh dari pengasuh Pondok Pesantren Al Imaratul Mustaqimah, KH. Hasan Kafrawi. Melibatkan Jamaah Dzikir Basmalah, Sholawat Nariyah, Ratibul Haddad, Muslimat, hingga masyarakat umum, suasana TPU yang biasanya sepi mendadak ramai oleh suara sapu lidi dan lantunan doa.

“Jangan Lupa Akar Kita Sebelum Merayakan Puncaknya!”

H. Sudiyono menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan transfer nilai moral kepada generasi muda. “Bersih-bersih di kuburan ini hendaknya dilanjutkan oleh generasi penerus. Ini bentuk kepedulian kita kepada orang tua dan tokoh agama yang telah berpulang. Sebelum kita bersorak-sorai merayakan kemerdekaan, kita harus ingat siapa yang berjuang sebelum kita lahir,” ujarnya dengan nada haru.

Sementara itu, Sugiman, Ketua Jamaah Dzikir Basmalah, menambahkan dimensi historis dalam aksi ini. Baginya, membersihkan makam adalah cara paling halus untuk mengajarkan sejarah. “Kami mengajak anak-anak muda agar ikut peduli. Di sinilah para pejuang lokal beristirahat. Dengan membersihkan tempat peristirahatan mereka, kita seolah berkata: ‘Jasamu tidak kami lupakan, wahai para pendahulu,'” ungkap Sugiman.

MOMEN REFLEKSI DI TENGAH EUPHORIA

Di tengah hingar-bingar persiapan karnaval dan lomba, aksi warga Krajan ini menjadi oase penyejuk jiwa. Mereka mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah从天上 jatuh, melainkan hasil keringat, air mata, dan darah para leluhur yang kini tertidur pulas di bawah tanah TPU Bajulmati.

Sebelum besok pagi bendera dikibarkan dengan gagah, malam ini warga Bajulmati telah membuktikan bahwa semangat 45 bukan hanya tentang teriak “Merdeka!”, tapi juga tentang rendah hati menghormati mereka yang telah membuka jalan bagi kemerdekaan tersebut.