SKANDAL PEMBAYARAN TUKANG KDKMP MELEDAK! Mandor Ahmad Taufik Diduga “Cicil” Utang Rp20 Juta, Kodim 0825 Banyuwangi Janji Cek Fakta di Tengah Bantahan Dana Masih Ada

  • Bagikan

globalindoinvestigasi.com

BANYUWANGI – Kisruh pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Alasrejo dan Bajulmati kembali memanas. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada mandor proyek, Ahmad Taufik, yang diduga menunggak pembayaran ongkos kerja tukang atap hingga puluhan juta rupiah, meski pekerjaan fisik telah mencapai tahap 90 persen.

Asmaul Husna (Uul): Dibayar “Icrit-Icrit”, Uang Raib?

IMG 20260831 WA0058

Asmaul Husna, atau yang akrab disapa Uul, warga Desa Wongsorejo, datang kepada VIVA News dengan wajah penuh kekecewaan. Ia mengaku sudah kelelahan menagih sisa pembayaran pemasangan atap senilai total Rp120 juta. Hingga saat ini, masih tersisa tunggakan sekitar Rp20 juta yang belum dibayarkan lunas.

“Saya sudah nagih ke Pak Taufik berkali-kali namun hasilnya nihil. Pembayarannya ‘icrit-icrit’ (sedikit-sedikit). Paling kecil Rp500 ribu, paling besar Rp1,5 juta. Kalau saya tolak pembayaran receh itu, mungkin utang aslinya masih utuh Rp120 juta,” keluh Uul.

Puncak keputusasaan terjadi ketika Uul mencoba mencari kejelasan ke pihak Kasdim (Kepala Staf Kodim) 0825 Banyuwangi. Hasilnya mengejutkan: ia diberi informasi bahwa dana proyek tersebut sudah diserahkan seluruhnya kepada Mandor Ahmad Taufik. Pertanyaannya kini: Ke mana larinya uang tersebut?

Mandor Bantah Penggelapan: “Dana Masih Disimpan di Kodim!”

Menanggapi tudingan tersebut, Ahmad Taufik membantah keras bahwa ia mengabaikan kewajiban atau menggelapkan dana. Ia mengakui adanya sisa tunggakan sebesar Rp19 juta, namun dengan alasan berbeda.

“Jadi total hutang saya ke Uul 19 jutaan. Tapi perlu diingat, pekerjaan Uul belum sepenuhnya selesai, jadi secara teknis Uul juga masih ‘berutang’ pekerjaan pada saya. Untuk masalah pembayaran, tidak perlu khawatir karena dana masih ada dan tersimpan di Kodim. Jadi bukan dana telah habis seperti yang digembar-gemborkan Uul,” bantah Taufik defensif.

Klaim Taufik ini bertolak belakang dengan keluhan Uul yang merasa dipermainkan dengan sistem pembayaran cicilan yang tidak wajar untuk skala proyek strategis desa.

Dandim 0825 Banyuwangi: “Kami Akan Cek Mas Anton”

Respons cepat datang dari pucuk pimpinan militer daerah. Saat dikonfirmasi, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, langsung merespons laporan VIVA News.

“Terima kasih informasinya. Kami akan cek Mas Anton,” jawab Dandim singkat namun tegas, mengindikasikan bahwa pihaknya akan melakukan audit internal terhadap aliran dana proyek KDKMP yang melibatkan oknum berinisial Anton (diduga perantara atau pihak terkait Kodim).

Dengan progres pembangunan yang sudah mencapai 90%, ketegangan antara mandor dan tukang ini menjadi noda bagi citra program strategis pemerintah yang bertujuan memberdayakan ekonomi desa melalui koperasi. Publik menunggu transparansi: Apakah dana benar-benar masih di Kodim, ataukah ada permainan keuangan di tingkat mandor?

Sumber: VIVA News

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *