DEBURAN ROTAN & TERIAKAN PENONTON! Ojung Warisan Madura Pecahkan Suasana RTH Alasrejo, Hadirkan Pesona Bondowoso-Situbondo di Banyuwangi

  • Bagikan
Oplus
oplus_0

globalindoinvestigasi.com

BANYUWANGI – Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, berubah menjadi arena adu ketangkasan yang memukau pada Sabtu sore (5/9/2026). Pagelaran Ojung, tradisi duel rotan khas Madura yang sarat nilai filosofi dan keberanian, kembali digelar dengan meriah dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.

Suasana semakin panas oleh kehadiran ratusan penonton yang memadati setiap sudut lapangan. Tidak hanya warga lokal Wongsorejo, acara ini juga sukses menarik minat peserta dan penonton dari luar daerah, termasuk dari “Kota Tape” Bondowoso dan Situbondo. Perpaduan peserta lokal dan pendatang ini menciptakan atmosfer persaudaraan yang kental di tengah deburan rotan.

Warisan Budaya yang Tak Boleh Punah

Bagi Marsudi, seorang penonton dari Bongkoran, Karangrejo Utara, Desa Wongsorejo, kehadiran Ojung adalah sebuah anugerah. Ia merasa senang karena tradisi leluhur ini masih terus dilestarikan.

“Saya senang ada gelaran Ojung. Ini adalah warisan budaya adat Madura yang harus kita jaga agar tidak punah ditelan zaman,” ungkap Marsudi dengan antusias.

Senada dengan itu, Manito, warga Situbondo yang turut hadir, menyatakan kebahagiaannya. Baginya, Ojung bukan sekadar tontonan kekerasan, melainkan ajang silaturahmi.

“Betul-betul terhibur. Yang terpenting bagi kami adalah bisa saling menjaga situasi agar tetap aman dan lancar. Ini bukti bahwa budaya bisa menyatukan kita,” kata Manito.

Hiburan Rakyat & Semangat Kemerdekaan

Di tengah kerumunan yang riuh rendah, Suwono Lubis, salah satu inisiator acara, menjelaskan tujuan mulia di balik pagelaran ini. Menurutnya, Ojung dipilih karena memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat sekaligus menjadi simbol ketangkasan dan keberanian.

“Kami sengaja menggelar acara Ojung ini untuk menghibur warga sekaligus memperingati HUT RI ke-81. Ini adalah cara kami merayakan kemerdekaan dengan melestarikan identitas budaya,” ungkapnya di sela-sela aksi para pesilat.

Dengan suksesnya acara ini, Desa Alasrejo kembali membuktikan bahwa tradisi lokal mampu menjadi magnet pariwisata dan pemersatu bangsa. Deburan rotan di RTH Alasrejo bukan tanda perpecahan, melainkan gema semangat juang yang terus bergema hingga hari ini.

Jurnalis: Kurniadi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *