SMA Negeri Mumbulsari Jember Luncurkan Air Mineral “SMANMU” dan Galakkan Program SIKAP serta Bank Sampah

  • Bagikan
IMG 20261005 WA0222

Jember,globalindoinvestigasi.com – SMA Negeri Mumbulsari Kabupaten Jember terus melakukan inovasi program sekolah. Tidak hanya fokus pada akademik, sekolah yang memiliki 752 siswa ini kini mengedepankan program pengendalian sampah plastik, sekolah sehat, dan ketahanan pangan melalui program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala SMA Negeri Mumbulsari, Eko Susilo Santoso,S.Pd.M.Pd. menjelaskan program terbaru sekolahnya mengikuti arahan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jember.

“Pertama adalah pengendalian sampah plastik dan sampah lainnya, mungkin karena kita darurat sampah ya termasuk di sekolah kita. Maka kita melakukan inovasi, kita punya bank sampah untuk menampung sampah plastik,” ujar Eko saat ditemui di ruang kerjanya.

Pihak sekolah juga gencar melakukan sosialisasi kepada siswa hingga wali murid tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Langkah ini berkaitan dengan kesehatan, mengingat aktivitas siswa dari pagi hingga sore berada di lingkungan sekolah. Untuk itu, pemenuhan kebutuhan di kantin dan koperasi telah difasilitasi agar lebih sehat.

Luncurkan Air Mineral SMANMU

Inovasi kedua yang baru di-launching adalah air mineral kemasan dengan merek SMANMU (SMA Negeri Mumbulsari). Produk ini merupakan hasil kerja sama sekolah dengan salah satu perusahaan besar air minum.

“InsyaAllah ini sehat bagi anak-anak kita. Sementara dipasarkan di internal lembaga, baik kepada GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), 752 siswa, juga komite. Kebutuhan air minum di internal sendiri sangat luar biasa, maka kita upayakan air minum yang bagus dan sehat dikonsumsi anak-anak dan Bapak Ibu Guru,” jelasnya sambil menunjukkan produk air mineral SMANMU.

Dukung Program SIKAP Jatim, Panen Sayur Tiap Hari.

Untuk ke depan, SMA Negeri Mumbulsari masih terus mengkampanyekan sekolah sehat dan mendukung program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan).

“Kita tiap hari hampir tiap hari itu kita panen empat jenis tanaman ya, sayur-sayuran terutama juga buah-buahan. Kalau pepaya ini tiap hari, kemudian kangkung, bayam, pakcoy, sawi, serai dan lain sebagainya. Yang jelas ada 14 tanaman SIKAP itu,” terang Eko.

Penanaman dilakukan secara masif melalui kolaborasi antara GTK, siswa, dan tenaga lapangan, serta ekstrakurikuler Remaja Ketahanan Pangan.

Hasil panen sayur-mayur tersebut untuk sementara masih dikonsumsi secara internal dan dibagikan kepada guru, TU, dan siswa. Belum dijual ke luar.

“Sementara untuk konsumsi pribadi, kita bagikan kepada bapak ibu guru, untuk TU, untuk siswa. Panennya belum bisa dijual keluar, nanti ketika panennya lebih banyak bisa kita jual ke luar,” pungkasnya.

Program ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, tetapi juga mendidik siswa untuk peduli lingkungan dan mandiri dalam ketahanan pangan.

Rahmat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *