Proyek Jalan Beton Kebonagung-Kemasan Krian Sepanjang 1.050 Meter di Sidak Bupati Subandi

  • Bagikan
IMG 20261006 WA0059

Sidoarjo | Globalindoinvestigasi – Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) peningkatan Jalan Betonisasi Ruas Kebonagung–Kemasan, Kecamatan Krian, pada Selasa (6/10/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan betonisasi berjalan sesuai spesifikasi sekaligus target waktu pengerjaan.

Keterlambatan harus dikejar.

Proyek jalan beton itu membentang sepanjang sekitar 1.050 meter dengan lebar 6 meter. Dalam sidaknya, Bupati Subandi melihat langsung kesiapan pekerjaan. Mulai pembesian hingga persiapan pelaksanaan betonisasi.

Bupati Subandi mengatakan, pekerjaan tersebut sebelumnya sempat menghadapi kendala keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di lokasi. Berdasar penjelasan pelaksana, kendala tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi progres pekerjaan. Karena itu, dia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk lebih intensif melakukan pengawasan dan segera mengomunikasikan setiap kendala yang

berpotensi menyebabkan keterlambatan.

“Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan. Kalau memang ada deviasi, setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya,” ujarnya.

Bupati Subandi juga meminta agar progres pekerjaan dipetakan secara berkala. Pengawasan tidak cukup dilakukan pada akhir pekerjaan, tetapi perlu secara rutin untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus mengantisipasi potensi keterlambatan.

Di lokasi proyek, Bupati Subandi mengecek detail pembesian yang digunakan dalam pekerjaan betonisasi. Dari penjelasan di lapangan, pembesian menggunakan besi ulir diameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai ketentuan teknis.

Bupati Subandi meminta data konstruksi dan rincian spesifikasi pekerjaan disiapkan secara lebih detail agar pelaksanaan di lapangan dapat dengan mudah dicocokkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

“Data konstruksinya harus detail. Pembesiannya seperti apa, jaraknya berapa, kemudian spesifikasi betonnya juga harus jelas. Dengan begitu, kita bisa melihat kesesuaiannya dengan RAB dan pekerjaan di lapangan,” tegasnya.

Setelah pembesian dinyatakan siap, pekerjaan betonisasi mulai dilaksanakan. Subandi berharap dimulainya tahapan tersebut dapat mempercepat progres sehingga deviasi sekitar 9 persen dapat segera dikejar.

“Targetnya Desember, kontraknya sampai tanggal 16. Ini masih bulan Oktober. Mudah-mudahan deviasi 9 persen ini bisa kita kejar. Kuncinya PPK harus aktif. Kalau ada deviasi segera dikomunikasikan dan dicari penyelesaiannya,” pungkas Bupati Subandi.

Penulis: YlEditor: Redaktur
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *