Audiensi di DPRD Kobar Bahas Antrean BBM dan Pemadaman Listrik Bergilir, Arief Asyrofi Dorong Solusi Konkret

indriary22
IMG 20260803 192146

 

Pangkalan Bun globalindoinvestigasi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar audiensi untuk membahas persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) serta pemadaman listrik bergilir yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Audiensi tersebut berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat dan dihadiri berbagai pihak terkait. Senin (03/08/2026).

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Ir. H. Arief Asyrofi, menegaskan perlunya langkah nyata untuk mengatasi antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.

Menurut Arief, salah satu solusi yang diusulkan adalah penambahan kuota BBM nonsubsidi jenis Pertamax agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, untuk BBM bersubsidi jenis Pertalite, ia mengusulkan penerapan kebijakan pembatasan pembelian sebagaimana yang diterapkan di Kabupaten Tabalong.

“Kami mengusulkan agar pembelian Pertalite dibatasi maksimal 20 liter dalam waktu 24 jam. Kebijakan seperti yang diterapkan di Kabupaten Tabalong dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kemudian diperjualbelikan kembali sebagai bisnis,” ujar Arief.

Selain membahas persoalan BBM, Arief juga meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai seringnya terjadi pemadaman listrik bergilir di wilayah Kotawaringin Barat.

Ia menilai kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha. Menurutnya, pemadaman listrik yang berulang tidak hanya menghambat operasional bisnis, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi para pelaku usaha dan masyarakat.

“Diperlukan kejelasan mengenai penyebab pemadaman listrik yang sering terjadi serta langkah-langkah konkret untuk mengatasinya. Masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas ekonomi dapat berjalan normal tanpa terganggu oleh pemadaman listrik yang berulang,” tegasnya.

Melalui audiensi tersebut, DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat berharap seluruh pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah strategis dalam mengatasi persoalan distribusi BBM maupun pasokan listrik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan aktivitas perekonomian di Kotawaringin Barat tidak lagi terganggu.

Jurnalis AGM