Daerah  

AYO MERAYAPKAN HATI! Desa Sumberanyar Mengundang Warga: Mari Rapatkan Barisan dalam “Sumberanyar Bershalawat”, Jaga Tradisi, Eratkan Persaudaraan

kurniadi280367
Oplus
Oplus_131072

globalindoinvestigasi.com

BANYUWANGI – Ada rindu yang hanya bisa disembuhkan dengan kembali ke akar budaya dan spiritual. Pemerintah Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, kembali menghidupkan napas kebersamaan melalui tradisi tahunan Rokat Dhisa (Bersih Desa) yang tahun ini dikemas lebih syahdu dengan tajuk “SUMBERANYAR BERSHALAWAT”.

Acara yang dirangkai dengan Haul Masyayikh, para pahlawan, dan sesepuh desa ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan hati untuk merajut kembali ukhuwah di tengah hiruk-pikuk dunia modern. Dengan tema “Merajut Ukhuwah, Menjaga Tradisi, Mengisi Kemerdekaan dengan Amal Kebajikan”, acara ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam pukul 19.00 WIB di Lapangan Desa Sumberanyar.

Hadirnya Ulama Besar: Momentum Kekhusyukan Bersama

Kehadiran K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, bersama Majelis Shalawat Sokarajeh, menjadi magnet utama acara ini. Ini adalah kesempatan langka bagi warga untuk mendengarkan tausiyah langsung dari ulama kharismatik sambil bershalawat bersama ribuan jamaah lainnya.

Kepala Desa Sumberanyar, Niwi, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme luar biasa warga. “Alhamdulillah, dukungan masyarakat sangat kuat. Mereka tidak hanya hadir, tapi juga terlibat aktif dalam penggalangan dana. Ini bukti bahwa warga Sumberanyar masih punya rasa memiliki yang tinggi terhadap desanya,” ujar Niwi.

Gotong Royong Finansial: Bukti Cinta Warga pada Desanya

Uniknya, kegiatan ini dibiayai secara kolaboratif. Sebagian dana berasal dari APBDes, namun sebagian besar (~Rp60 juta) terkumpul dari partisipasi murni warga melalui program Khatmil Qur’an yang telah berjalan selama empat bulan terakhir, serta sumbangan sukarela lainnya. Ini membuktikan bahwa ketika niatnya lurus untuk agama dan tradisi, rezeki akan mengalir deras.

HIMBAUAN DAN AJAKAN KHUSUS UNTUK WARGA:

1. LUASKAN WAKTU, SEMPITKAN EGO:
Luangkan waktu Anda pada Minggu malam nanti. Tinggalkan sejenak gadget dan kesibukan pribadi. Hadirlah di lapangan desa untuk merasakan energi positif dari shalawat berjamaah.

2. JADIKAN INI MOMEN REKONSILIASI:
Jika ada saudara atau tetangga yang sedang berselisih, gunakan momentum “Sumberanyar Bershalawat” ini untuk berjabat tangan dan saling memaafkan. Shalawat adalah obat paling ampuh untuk melembutkan hati yang keras.

3. LESTARIKAN TRADISI LELUHUR:
Jangan biarkan Rokat Dhisa punah. Dengan hadir dan berpartisipasi, Anda sedang mengajarkan kepada anak-anak cucu kita arti menghargai jasa para sesepuh dan pahlawan desa.

4. ISI KEMERDEKAAN DENGAN AMAL:
Kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajah, tapi juga bebas dari perpecahan. Mari isi kemerdekaan ini dengan amal kebajikan berupa kehadiran fisik dan doa bersama.

Mari jadikan Lapangan Desa Sumberanyar lautan manusia yang bersatu dalam shalawat. Karena desa yang kuat adalah desa yang warganya sering berkumpul dalam kebaikan. Sampai jumpa di Lapangan Desa Sumberanyar!