Desa  

Pemdes Grabagan Tuturkan Makna HUT RI 17 Agustus ke 81, Lewat Tirakat Doa Bersama

sangketukanjari
Oplus
Oplus_131072

8Sidoarjo | Globalindoinvestigasi – Makna malam tirakatan tidak hanya berkaitan dengan tradisi berkumpul menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Tradisi ini juga menjadi simbol rasa syukur, penghormatan kepada para pahlawan, sekaligus momen refleksi atas makna kemerdekaan bagi kehidupan bangsa.

Hingga kini, malam tirakatan tetap dipertahankan di berbagai daerah melalui doa bersama, tahlil, pengajian, hingga makan bersama sebagai bentuk mempererat kebersamaan.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Grabagan yang melaksanakan doa bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 di balai desa Grabagan Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Minggu (16/8/26) pukul 20.00 Wib.

Plt. Kepala desa Grabagan Mochamad Tofan Afandi menuturkan, malam tirakatan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjuangan para pahlawan, menumbuhkan kesadaran sejarah, serta mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.

Apa itu malam tirakatan?

“Secara historis, tirakatan berasal dari tradisi masyarakat Jawa yang mengenal laku prihatin, yaitu mengendalikan kenikmatan duniawi demi tujuan yang lebih mulia. Dalam konteks Hari Kemerdekaan, tirakatan menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

Saat ini, malam tirakatan umumnya dilaksanakan pada malam 16 Agustus setelah salat Isya hingga menjelang tengah malam,” Tuturnya

Masih kata Tofan, bentuk kegiatannya banyak dan beragam, antara lain:

Ada doa bersama untuk para pahlawan, pengajian, tahlil, atau istigasah,
pembacaan sejarah perjuangan bangsa, pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur,
makan bersama dan kegiatan itu semua tidak lain untuk kita bersyukur dan lebih mempererat silaturahmi warga.

Makna malam tirakatan bagi masyarakat Indonesia

Tidak sedikit masyarakat yang menganggap tirakatan hanya sebagai acara rutin menjelang 17 Agustus. Padahal, tradisi ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam.

Ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, Penghormatan kepada para pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan.
3. Doa bersama bagi para pejuang yang gugur dijaman penjajahan. Nilai-nilai tersebut menjadikan malam tirakatan tetap relevan meski zaman terus berkembang.

Nilai penting tirakatan

Ilustrasi. Makna malam tirakatan 17 Agustus. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Selain menjadi tradisi budaya, tirakatan juga memiliki makna khusus bagi kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat terdidik.

Kesadaran terhadap sejarah bangsa

Melalui tirakatan, masyarakat diajak memahami bahwa kemerdekaan tidak diperoleh secara instan. Sejarah perjuangan menjadi pelajaran agar kesalahan masa lalu tidak terulang.” Tambahnya

Tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan

Kemerdekaan memberikan kebebasan untuk belajar, berpikir, dan berkarya. Karena itu, setiap warga negara memiliki tanggung jawab menggunakan ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa.

Renungan saat malam tirakatan seharusnya tidak berhenti sebagai simbol. Pelajar dapat mengisinya dengan belajar sungguh-sungguh, akademisi melalui penelitian, sementara masyarakat dapat berkontribusi sesuai profesinya dengan menjunjung integritas yang lebih baik.” Pungkasnya Tofan.

Penulis: YlEditor: Yulianto