globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Sebuah insiden memilukan kembali mewarnai jalan raya Banyuwangi. Program strategis pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) harus ternoda oleh tragedi kemanusiaan. Pada Senin (10/8/2026) sekira pukul 09.00 WIB, sebuah mobil pick up Daihatsu pembawa logistik MBG terlibat kecelakaan maut dengan truk tronton di Jalan Lingkar Kalipuro, Desa Ketapang.
Satu nyawa, GIM (28), warga Kecamatan Kalipuro, melayang seketika akibat benturan keras yang meremukkan bagian kepala korban. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk proses visum.
Kronologi: Nekat Menyalip, Ujungnya Maut
Berdasarkan penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, kecelakaan bermula dari aksi nekat pengemudi pikap MBG, KN (19). Saat itu, pikap bernopol P 8312 VS sedang melaju di belakang truk tronton Hino bermuatan tepung (Nopol P 8522 VH) yang dikemudikan oleh M (53).
Ingin cepat mendahului, KN memacu kendaraannya ke jalur kanan. Namun, nasib berkata lain. Dari arah berlawanan, sebuah sepeda motor melaju kencang. Panik menghindari tabrakan head-on, KN membanting setir ke kiri secara tiba-tiba.
“Karena jarak terlalu dekat, bagian depan pikup menghantam keras bagian belakang truk tronton,” jelas Ipda Pepri dari Satlantas Polresta Banyuwangi.
Duka Mendalam & Peringatan Keras
Selain GIM yang meninggal dunia, pengemudi pick up KN mengalami luka di pelipis mata kiri dan dirawat di Klinik Anugrah. Sementara itu, pengemudi truk dan penumpangnya, RA (19), selamat tanpa luka fisik. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak:
1. Kepada Pengemudi Logistik: Jangan biarkan target distribusi mengorbankan keselamatan. Keselamatan nyawa jauh lebih berharga daripada kecepatan pengiriman.
2. Kepada Pengguna Jalan Lain: Hormati kendaraan besar. Jangan pernah berada di blind spot atau memaksakan menyalip jika pandangan tidak jelas.
Semoga arwah almarhum GIM diterima dengan baik. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Mari jadikan kecelakaan ini sebagai pelajaran pahit: Di jalan raya, satu detik kelalaian bisa menghapus masa depan selamanya.
