Wali Murid MAN Lumajang Keluhkan Biaya Masuk Capai Rp6,3 Juta

Diduga Tidak Transparan, Sekolah Diminta Beri Klarifikasi Secara Rinci

refinasantoso46
IMG 20260812 WA0029

Lumajang,globalindoinvestigasi.com – Besarnya biaya yang dibebankan kepada siswa baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang menuai keluhan tajam dari para wali murid. Banyak yang menduga pihak sekolah meraup keuntungan berlebih dan memperkaya diri lewat pungutan yang terkesan tidak transparan.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menceritakan kepada wartawan, Selasa 11/8/2026, bahwa anaknya yang baru saja diterima sebagai siswa baru sudah dibebani SPP bulanan sebesar Rp200.000. Namun itu belum semuanya, masih ada iuran tahunan sebesar Rp4.500.000.

“Saya tanya, uang itu untuk apa dan dipergunakan untuk apa? Kalau memang ada iuran seperti itu, kenapa sejak awal tidak diberitahukan secara terbuka? Baru setelah anak merasa nyaman bersekolah, baru diadakan rapat dan diberitahu begitu,” ungkap wali murid itu dengan nada kecewa.

Keluhan tidak berhenti di situ. Orang tua juga masih harus membeli buku LKS dengan harga yang dinilai jauh lebih mahal dari wajar. Padahal, asupan makan siswa sudah disokong melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yang membuat semakin terkejut, biaya paket seragam yang dibebankan mencapai Rp1.600.000.

“Biayanya sudah setara biaya masuk kuliah saja! Ini sangat memberatkan kami orang tua,” keluhnya.

Pihak Sekolah Jawab Berbelit.
Upaya konfirmasi kepada Wakil Humas MAN Lumajang, Bapak Malik, melalui pesan WhatsApp pada Selasa 11/8/2026, belum memberikan kejelasan.

“Mohon maaf saya sedang dalam perjalanan ke Probolinggo menemui Kepala Diklat hingga Jumat. Rabu besok pun saya tidak bisa menjawab, jam 10 pagi ada kegiatan di luar. Selain itu, mohon diperjelas terkait apa yang dimaksud dalam pertanyaan tersebut?” tulis Bapak Malik dalam pesan balasannya.

Kurangnya keterbukaan dan jawaban yang berbelit-belit dari pihak sekolah semakin memperkuat dugaan di kalangan wali murid bahwa pungutan-pungutan tersebut tidak memiliki dasar yang transparan dan jelas. Para wali murid pun meminta agar pihak berwenang segera menelusuri dan menertibkan pungutan yang memberatkan ini.

Data Menurut Keterangan Wali Murid,
Jenis Biaya Nominal.
SPP Bulanan Rp200.000
Iuran Tahunan Rp4.500.000
Paket Seragam Rp1.600.000
Buku LKS Harga dinilai “jauh di atas wajar”
Total Awal Rp6.300.000 + LKS

1. SPP Rp200.000/bulan dibebankan setiap bulan kepada siswa baru.
2. Iuran Tahunan Rp4.500.000, baru diinformasikan setelah kegiatan belajar mengajar berjalan dan melalui rapat.
3. Paket Seragam Rp1.600.000,menjadi beban tambahan di luar SPP dan iuran.
4. Program MBG sudah menanggung makan siswa, namun orang tua tetap dibebani pembelian LKS.

Wali murid menilai total biaya tersebut “sudah setara biaya masuk kuliah” dan meminta transparansi serta penelusuran dari pihak berwenang.

Zamri.