globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Pemandangan menyentuh hati terlihat di Pemakaman Umum Mbah Harun, Dusun Krajan, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Pada Selasa (4/8/2026), ratusan warga tumpah ruah, bukan untuk berdemonstrasi atau menuntut hak, melainkan untuk melakukan aksi mulia: memperbaiki makam nenek moyang mereka yang amblas.

Tanpa menunggu instruksi pemerintah, tanpa anggaran desa, dan tanpa bantuan pihak ketiga, warga dengan sukarela menyisihkan waktu dan tenaga. Mereka membentuk barisan manusia yang estafet memindahkan tanah urukan dari bahu Jalan Nasional menuju lokasi pemakaman yang berjarak sekitar 100 meter. Keringat bercucuran, namun senyum keakraban tak pernah lepas dari wajah-wajah mereka.
Murni Swadaya: Bentuk Penghormatan pada Leluhur
Mohaimin, tokoh masyarakat setempat yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), menegaskan bahwa kegiatan ini adalah murni inisiatif warga.
“Ini adalah bentuk cinta kami kepada leluhur. Bagi kami, merawat makam orang tua dan kerabat adalah kewajiban moral. Kami tidak menunggu bantuan pemerintah karena rasa memiliki itu sudah tertanam kuat di hati setiap warga Dusun Krajan,” ungkap Mohaimin saat memantau jalannya kerja bakti.
Aksi ini membuktikan bahwa di era modern yang serba individualis, nilai-nilai luhur gotong royong masih sangat hidup dan menjadi perekat sosial yang kuat di Desa Bengkak.
Suasana Kekeluargaan yang Menghangatkan
Terlihat para pemuda mengangkat cangkul dan ember berisi tanah, sementara ibu-ibu menyiapkan konsumsi sederhana di pinggir jalan. Tua-muda, kaya-miskin, semua melebur menjadi satu tujuan: memastikan makam di Pemakaman Mbah Harun kembali rapi dan layak sebagai tempat peristirahatan terakhir yang dihormati.
Jarak 100 meter dari jalan nasional ke pemakaman seolah tidak terasa berat karena dilalui dengan semangat kebersamaan. Setiap ayunan cangkul dan setiap langkah kaki membawa tanah adalah simbol solidaritas yang tak ternilai harganya.
Pesan Moral:
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain. Bahwa ketika masyarakat bersatu padu dengan niat tulus, masalah sekecil apapun—termasuk perbaikan infrastruktur lingkungan seperti makam—dapat diselesaikan dengan cepat dan penuh keikhlasan.
Selamat untuk warga Dusun Krajan! Anda telah mengajarkan kita arti sebenarnya dari kepedulian dan persaudaraan.




