globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Warga Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, diimbau waspada terhadap maraknya penawaran produk Herbalife melalui media sosial dengan modus “Arisan Diskon” atas nama “Annisa Club”. Investigasi media mengungkapkan bahwa oknum di balik akun tersebut diduga bukanlah konsultan nutrisi resmi, tidak memiliki sertifikasi, dan belum pernah mengikuti pelatihan standar perusahaan.
Praktik ini dinilai melanggar kode etik penjualan langsung dan berpotensi membahayakan konsumen karena tidak adanya pendampingan nutrisi yang benar.
Modus Menggiurkan, Tapi Penuh Risiko
Melalui berbagai platform media sosial, “Annisa Club” gencar menawarkan produk Herbalife dengan harga miring jika bergabung dalam sistem arisan. Tawaran ini mengincar masyarakat yang ingin berhemat namun kurang memahami regulasi distribusi produk kesehatan.
Padahal, menurut aturan resmi Herbalife, penjualan hanya boleh dilakukan oleh Konsultan Nutrisi Independen (NC) yang telah lulus sertifikasi, mengikuti seminar produk, dan memiliki kewajiban memberikan pendampingan gizi kepada pelanggan.
Konfirmasi Konsultan Resmi: “Mereka Bukan Bagian dari Kami”
Menanggapi fenomena ini, Juhrotul Maghfiroh, seorang Konsultan Nutrisi Herbalife resmi pemilik Arwidaz Fit Club yang berbasis di Desa Alasrejo, Wongsorejo, memberikan konfirmasi tegas saat dihubungi pada Kamis (30/7/2026).
“Saya membenarkan adanya player di media sosial yang menjual produk dengan cara arisan seperti itu. Namun, perlu ditegaskan bahwa mereka bukan konsultan resmi. Di Herbalife, ada aturan ketat: penjual wajib punya sertifikasi, sudah ikut training/seminar nutrisi, dan wajib mendampingi customer secara ilmiah,” jelas Juhrotul.
Ia menekankan bahwa penjualan tanpa pendampingan berisiko menyebabkan kesalahan konsumsi produk, yang justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan pengguna.
Peringatan Keras Bagi Masyarakat:
1. Cek Sertifikasi: Pastikan penjual adalah Konsultan Nutrisi Independen yang terdaftar resmi. Minta bukti keanggotaan atau ID konsultan.
2. Waspadai Modus Arisan: Produk kesehatan bukan barang spekulasi. Harga diskon ekstrem tanpa kejelasan asal-usul sering kali merupakan tanda barang ilegal, kadaluarsa, atau bahkan palsu.
3. Pentingnya Pendampingan: Konsumsi suplemen atau pengganti makanan harus disertai arahan ahli gizi/konsultan terlatih. Membeli dari oknum tanpa ilmu nutrisi sama saja membeli “kesehatan” secara buta.
Himbauan untuk Oknum “Annisa Club”:
Segera hentikan praktik penjualan yang menyesatkan ini. Selain melanggar etika bisnis, Anda juga berpotensi dijerat hukum perlindungan konsumen jika terbukti menjual produk tanpa izin distribusi yang sah atau menimbulkan kerugian bagi pembeli.
Pihak Herbalife Indonesia sendiri dikenal sangat ketat terhadap pelanggaran cross-selling atau penjualan oleh non-konsultan. Masyarakat diminta untuk lebih cerdas dan hanya membeli melalui saluran resmi yang transparan.




