globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Ketegangan di dunia maya akhirnya menemukan jalan keluar yang elegan dan dewasa. Menanggapi ramainya pesan provokatif dan “tantang-menantang” yang beredar di grup WhatsApp antara warga Desa Alasrejo dan Desa Alasbuluh, tokoh pemuda asal Desa Alasbuluh, Kusmantoro, memberikan respons tegas namun penuh kedamaian.
Dalam konfirmasinya kepada awak media di kediamannya, Kusmantoro menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terpancing emosi negatif. Sebaliknya, mereka justru mengambil inisiatif positif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, terutama menjelang laga puncak yang sangat dinantikan.
Siap Kawal Final Piala Karang Taruna Cup U-40
Puncak ketegangan ini bertepatan dengan jadwal pertandingan final Piala Karang Taruna Cup Kategori U-40 yang akan digelar di Lapangan Cempaka Putih. Laga besar ini mempertemukan dua raksasa sepak bola lokal: Desa Alasbuluh vs Desa Wongsorejo.
“Kami mendapatkan tanggapan serius dari situasi di medsos. Kami takut terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu, saya dan teman-teman warga Alasbuluh siap menurunkan anggota masyarakat untuk menjaga keamanan di lapangan saat final nanti,” ujar Kusmantoro dengan nada tenang namun berwibawa.
Langkah ini dinilai sangat cerdas dan matang. Alih-alih membalas tantangan dengan kekerasan atau hujatan balik, warga Alasbuluh memilih menjadi “pagar hidup” yang memastikan pertandingan berjalan sportif, aman, dan tanpa gesekan fisik antar-supporter.
Sepak Bola Adalah Pemersatu, Bukan Pemecah Belah
Kusmantoro menekankan bahwa ajang olahraga seperti Piala Karang Taruna Cup seharusnya menjadi wadah silaturahmi, bukan arena perang.
“Lapangan Cempaka Putih adalah tempat kami menyalurkan hobi dan bakat. Mari kita jaga bersama. Kemenangan itu penting, tapi persaudaraan antar-desa jauh lebih berharga. Kami pastikan supporter Alasbuluh akan mendukung tim dengan cara yang bermartabat,” tambahnya.
Respons ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk aparat desa dan kepolisian setempat, yang sebelumnya sudah memantau ketat isu provokasi di media sosial. Dengan adanya komitmen penjagaan keamanan dari internal warga sendiri, diharapkan laga final nanti bisa berlangsung kondusif, meriah, dan bebas dari kerusuhan.
Pesan Damai:
Biarkan kaki yang berbicara di atas rumput hijau, bukan mulut yang menyebarkan kebencian di dunia maya. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan jaga persaudaraan!
