globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Di tengah gencarnya imbauan dari Pemerintah Kecamatan Wongsorejo dan Polsek Wongsorejo untuk meniadakan atau membatasi karnaval besar-besaran, Pemerintah Desa (Pemdes) Bajulmati memilih sikap tegas. Kepala Desa Bajulmati, Achmad Toha, SH, menegaskan bahwa Karnaval Budaya dalam rangka HUT RI ke-81 tetap akan diselenggarakan.
Namun, ada perubahan strategis yang dilakukan demi menjaga ketertiban umum tanpa mematikan semangat perayaan. Achmad Toha mengungkapkan bahwa rute karnaval tidak akan melintasi Jalan Nasional (Jalan Pasewaran), melainkan akan dialihkan sepenuhnya menggunakan jalan desa.
“Walaupun ada himbauan dari pemerintah kecamatan dan kepolisian, kami tetap mengadakan. Ini karena satu tahun sekali untuk memperingati HUT RI ke-81. Kami menghormati aturan, tapi kami juga punya tanggung jawab moral untuk menjaga tradisi dan semangat juang warga,” tegas Achmad Toha saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (5/8/2026).
Kompromi Cerdas: Meriah Tanpa Macet
Keputusan ini dinilai sebagai jalan tengah yang bijak. Dengan menggunakan jalur internal desa, Pemdes Bajulmati berharap dapat:
1. Meminimalisir Gangguan Lalu Lintas Utama: Jalan nasional tetap lancar untuk aktivitas ekonomi dan transportasi umum.
2. Mendekatkan Perayaan pada Warga: Karnaval di jalan desa memungkinkan interaksi lebih langsung antara peserta dan warga setempat, menciptakan suasana yang lebih akrab dan meriah.
3. Tetap Menjaga Tradisi: Bagi warga Bajulmati, karnaval bukan sekadar pawai, melainkan bentuk ekspresi kebahagiaan atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.
Semangat Perjuangan Tidak Boleh Padam
Achmad Toha menekankan bahwa momen HUT RI ke-81 adalah waktu yang sakral untuk mengenang jasa pahlawan. Membatalkan total karnaval dikhawatirkan akan memudarkan antusiasme masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami ingin anak-anak kita merasakan euforia kemerdekaan. Dengan mengalihkan rute ke jalan desa, kami membuktikan bahwa kita bisa merayakan dengan cara yang tertib, aman, namun tetap penuh semangat perjuangan,” imbuhnya.
Rincian teknis mengenai waktu start (tanggal 23 Agustus untuk gerak jalan dan tanggal 18 Agustus untuk puncak acara/karnaval) akan segera disosialisasikan lebih lanjut kepada seluruh RT/RW di Desa Bajulmati.
Pesan untuk Warga:
Mari dukung keputusan Pemdes Bajulmati ini dengan berpartisipasi secara positif. Tunjukkan bahwa warga Bajulmati adalah warga yang cinta budaya, taat aturan, namun tetap memiliki jiwa pejuang yang tak mudah padam!
