Daerah  

Kisah UMKM Abon”Barokah Yuli”di Bondowoso

Abon Ayam BY 300KB

Bondowoso,globalindoinvestigasi.com – Hadir sebuah kisah inspiratif tentang ketekunan, kerja keras, dan semangat membangun ekonomi masyarakat.

Lima tahun lalu, UMKM Abon “Barokah Yuli” yang berlokasi di Dusun Ebrak, Desa Jurangsapi, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, hanya mampu memproduksi sekitar dua kilogram abon per hari. Namun berkat kegigihan dan konsistensi, usaha rumahan ini kini berkembang pesat dengan kapasitas produksi mencapai satu setengah kuintal setiap harinya.

Pemilik usaha, Yuli, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan usaha yang dirintis dari nol tersebut.

“Alhamdulillah sudah lima tahun berjalan. Dari awal kami hanya produksi dua kilogram, sekarang sudah mencapai satu setengah kuintal per hari. Kami juga bersyukur karena bisa mempekerjakan banyak warga dan saudara-saudara kami,” ujarnya.

Abon Barokah Yuli menghadirkan dua varian produk unggulan, yaitu abon ayam dan abon sapi. Dengan harga yang terjangkau, mulai dari sepuluh ribu hingga lima puluh ribu rupiah, produk ini semakin diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Tidak hanya di Bondowoso, pemasaran produk abon ini kini telah menjangkau berbagai daerah, seperti Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi. Selain itu, produk Abon Barokah Yuli juga telah masuk ke sejumlah pondok pesantren, toko swalayan besar, serta turut mendukung Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Dalam keterlibatannya pada program tersebut, omzet penjualan mampu mencapai sekitar tujuh ratus ribu rupiah per hari.

“Pasar kami sudah menjangkau wilayah Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi. Kami juga fokus memasukkan produk ke pondok-pondok pesantren dan toko swalayan besar,” tambah Yuli.

Keberadaan UMKM ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dirasakan oleh Ibu Suwarni yang kini memiliki pekerjaan tetap dan dapat membantu perekonomian keluarganya.

“Alhamdulillah, dengan adanya usaha abon ini bisa membantu ekonomi rumah tangga kami dan masyarakat sekitar. Kami sangat terbantu,” ungkap Suwarni.

Meski terus berkembang, Yuli mengaku masih menghadapi berbagai tantangan. Selama lima tahun menjalankan usaha, pihaknya belum pernah menerima bantuan dari pemerintah.

Ia berharap adanya dukungan berupa bantuan peralatan produksi agar kapasitas usaha dapat terus meningkat seiring bertambahnya tenaga kerja dan permintaan pasar.

“Harapan kami ada bantuan terutama untuk peralatan produksi, karena fasilitas yang kami miliki masih terbatas,” katanya.

Kisah sukses Abon Barokah Yuli menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dukungan sarana produksi serta perluasan akses pemasaran diharapkan dapat membantu usaha kecil seperti ini terus berkembang dan naik kelas.

 

Exit mobile version