globslindoinvestigas.com
BANYUWANGI – Sebuah insiden kebakaran kembali mengguncang Kecamatan Wongsorejo. Pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, bertepatan dengan waktu salat Ashar, kandang ayam milik Lutfi (31), warga Dusun Krajan I, Desa Alasbuluh, ludes terbakar. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa kelalaian sekecil apa pun—seperti sisa bara api yang tidak benar-benar mati—bisa berujung pada kerugian materi yang besar.
Kebakaran diduga bermula dari sisa api pembakaran kotoran atau penyakit ayam yang sebelumnya telah disiram air. Namun, dugaan kuat menyebutkan bahwa bara api masih menyala di bawah tumpukan bahan mudah terbakar seperti kulit jagung kering dan pupuk. Ditambah dengan hembusan angin kencang saat itu, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh isi kandang.
Detik-Detik Mencekam: Dari Mihrab ke Lokasi Kebakaran
Lutfi menceritakan momen mencekam tersebut. Saat ia khusyuk menunaikan salat Ashar, ketenangan tiba-tiba pecah oleh teriakan warga. “Pas saya lagi salat, ada yang teriak-teriak kalau kandang kebakaran. Habis salam, langsung saya lari untuk mengamankan sapi di kandang sebelah timur,” ujarnya dengan nada masih bergetar.
Beruntung, aksi cepat Lutfi menyelamatkan aset ternaknya yang lain. Kandang sapi dan rumah utamanya selamat, meski dinding rumah sempat menghitam terkena jilatan api.
Gotong Royong Selamatkan Aset, Petugas Damkar Hanya Lakukan Pendinginan
Kepanikan awal segera berubah menjadi kekuatan kolektif. Warga setempat, termasuk tetangga Lutfi, Uswatun Sholehah (28), bergegas membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan selang air.
“Anak-anak berlari sambil berteriak memberi tahu. Kami langsung datang dan bantu padamkan sebelum api sempat merembet ke rumah,” kisah Uswatun.
Kesigapan warga ini terbukti efektif. Saat petugas Pemadam Kebakaran Banyuwangi tiba di lokasi, kobaran api utama sudah berhasil dipadamkan. Tim Damkar hanya melakukan proses pendinginan (overhaul) untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang bisa menyala kembali.
Peringatan Keras Bagi Peternak dan Warga
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh peternak dan warga di wilayah rawan kebakaran:
1. Pastikan Api Mati Total: Jangan pernah menganggap remeh sisa pembakaran sampah atau kotoran hewan. Siram hingga benar-benar dingin dan tidak ada asap/barra.
2. Jauhkan Bahan Mudah Terbakar: Simpan pakan ternak kering (seperti kulit jagung) dan pupuk jauh dari sumber api potensial.
3. Siaga Lingkungan: Kecepatan reaksi warga seperti di Alasbuluh adalah kunci penyelamatan. Mari terus tingkatkan kesadaran keamanan lingkungan.
Meski rugi materi akibat hangusnya kandang ayam dan perlengkapan, Lutfi bersyukur tidak ada korban jiwa dan bencana tidak meluas. “Terima kasih kepada warga yang sudah bantu. Ini pelajaran berharga buat saya,” pungkasnya.
