Daerah  

Stop Politisi Keliling! Warga Bengkak Tegas Tolak Calon “Liar” Pencari Cuan, warga All-Out Dukung Mayor Purn TNI Kusnomo: “Kami Butuh Putra Daerah, Bukan Petualang Politik!”

Screenshot 2026 07 22 13 57 30 31 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

globalindoinvestigasi.com

BANYUWANGI – Gelombang penolakan terhadap calon kepala desa dari luar wilayah mulai mengeras di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027, sebagian besar warga secara terbuka menyatakan sikap: Desa Bengkak bukan tempat mencari untung bagi kandidat yang gagal di daerah lain.

Salah satu tokoh masyarakat Bengkak mengungkapkan bahwa isu pencalonan orang luar telah menjadi perbincangan panas di tengah masyarakat. “Jelas-jelas kami menolak. Apalagi jika itu adalah calon dari desa lain yang kalah dalam pencalonan tahun lalu. Mereka jelas-jelas sedang ‘mencari cuan’ atau mencari jabatan karena ditolak di kampungnya sendiri. Kami tidak mau dijadikan pelarian,” tegasnya.

Desa Bukan Ladang Eksperimen Gagal

Sikap keras warga ini merupakan respons atas maraknya praktik politik transaksional di tingkat desa, di mana individu-individu yang tidak memiliki basis massa di daerah asalnya mencoba “menyerbu” desa lain dengan modal uang atau janji kosong. Warga Bengkak ingin memastikan bahwa pemimpin mereka adalah sosok yang benar-benar memahami kultur, masalah, dan kebutuhan lokal, bukan sekadar petualang politik.

Figur Ideal: Mayor Purn TNI Kusnomo, Putra Daerah Berintegritas

Di tengah kekhawatiran akan masuknya calon luar, nama Mayor (Purn) Kusnomo muncul sebagai figur yang paling digadang-gadang. Sebagai putra daerah asli Bengkak, rekam jejaknya dinilai bersih, nyaris tanpa konflik dengan warga, dan memiliki kedisiplinan tinggi.

“Segudang ilmu militer dan pengalaman beliau sebagai pasukan perdamaian (Peacekeeper) internasional adalah bekal luar biasa. Beliau terbiasa memimpin dengan tegas namun humanis, disiplin, dan berorientasi pada misi. Ini yang kami butuhkan untuk memajukan Bengkak,” ujar seorang pendukung setia.

Dukungan Mantan Kades 2 Periode

Dukungan terhadap Mayor Kusnomo semakin solid dengan bergabungnya H. Moch Basri, mantan Kepala Desa Bengkak yang menjabat selama 2 periode. Dalam konfirmasi di rumahnya, Senin (20/7/2026), Basri menyatakan sikap tegasnya.

“Saya siap menolak mentah-mentah calon dari desa lain. Saya akan all-out mendukung Mayor Kusnomo. Beliau adalah putra daerah terbaik yang bisa menyatukan warga dan membawa stabilitas serta kemajuan bagi Desa Bengkak,” ungkap H. Moch Basri.

Dukungan dari figur sekelas H. Moch Basri memberikan sinyal kuat bahwa elit tradisional dan masyarakat akar rumput di Bengkak memiliki visi yang sama: Kepemimpinan harus berasal dari rahim desa sendiri, bukan impor dari luar.

Peringatan Bagi Calon Luar

Pesan dari warga Bengkak jelas: Jangan coba-coba menjadikan desa ini sebagai lahan basah bagi ambisi pribadi yang gagal di tempat lain. Jika ingin maju, buktikan dulu pengabdian dan integritas sebagai bagian dari komunitas. Jika tidak, siapkan mental untuk ditolak oleh demokrasi warga yang sudah sadar dan kritis.

Pilkades 2027 di Bengkak bukan sekadar pesta demokrasi, tapi ujian kedewasaan politik warga untuk memilih pemimpin yang benar-benar mencintai tanah kelahirannya.

 

Exit mobile version