globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Ruang pertemuan staf Desa Alasrejo berubah menjadi pusat komando solusi pada Senin pagi (20/7/2026). Dalam rangka program “Cator Desa” (Catatan Torpedo/Catat Masalah), Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud, memberikan suntikan motivasi keras sekaligus arahan strategis kepada seluruh staf desa dan Kepala Desa Alasrejo. Pesan utamanya jelas: Masalah warga adalah prioritas utama, dan birokrasi harus bergerak cepat.
Dimulai pukul 08.30 WIB, Camat Mahfud tidak hanya mendengarkan keluhan, tetapi langsung mengambil tindakan. Isu-isu krusial seperti tiang listrik, krisis air minum, jalan berlubang, keterlambatan bantuan sosial (bansos), hingga kelangkaan solar untuk petani dibahas satu per satu. Bahkan, isu sensitif seperti pemasangan listrik gratis bagi warga tidak mampu dan tunggakan pajak tanah kas desa juga diurai tanpa tedeng aling-aling.
Respons Kilat: Koordinasi Langsung dengan Pihak Terkait
Yang membuat suasana evaluasi ini berbeda adalah sikap proaktif Camat Mahfud. Ia tidak melempar tanggung jawab ke instansi lain, melainkan langsung melakukan koordinasi real-time dengan pihak terkait, termasuk PLN, Dinas Pekerjaan Umum, dan instansi perpajakan.
“Birokrasi jangan menjadi penghambat. Jika ada warga yang butuh listrik gratis, kita fasilitasi. Jika ada jalan rusak, kita perbaiki. Semua persoalan warga bisa teratasi jika kita bekerja dengan hati dan kecepatan,” tegas Camat Mahfud di hadapan staf desa. Ia juga memastikan bahwa pemberian bansos kepada keluarga kurang mampu akan diprioritaskan agar tepat sasaran.
Capaian Nyata: 21 Warga Alasrejo Dapat Listrik Gratis, Pajak Masuk Peringkat 2
Semangat kerja ini membuahkan hasil konkret. Berdasarkan laporan Bapeda, dari usulan 97 warga untuk program listrik gratis ESDM, sebanyak 21 warga Desa Alasrejo telah terealisasi. Meski di Dusun Kebon Rejo masih terkendala tiang listrik, warga setempat menunjukkan semangat gotong royong dengan siap melakukan swadaya.
Di sektor pendapatan daerah, Kepala Dusun Alasrejo melaporkan bahwa meski pajak tanah kas desa untuk wilayah Bangsring, Wongsorejo, Bengkak, Alasbuluh, dan Alasrejo masih belum lunas, kinerja Kecamatan Wongsorejo secara keseluruhan sangat membanggakan. Dengan tingkat pembayaran mencapai 69%, Wongsorejo berhasil menduduki peringkat kedua se-Kabupaten Banyuwangi. Ini adalah bukti bahwa ketika aparatur desa bekerja serius, target dapat dicapai.
Namun, Camat juga menyoroti adanya tunggakan pajak dari usaha tambak di Ditenggarai yang sudah menunggak sekitar 3 tahun. Hal ini menjadi catatan penting bagi staf untuk lebih gencar melakukan penagihan dan sosialisasi kewajiban perpajakan.
Pesan Motivasi untuk Staf: Jadilah Pahlawan Bagi Warga
Camat Mahfud menutup sesi evaluasi dengan pesan moral yang membakar semangat: “Staf desa adalah wajah pemerintah di mata rakyat. Jangan pernah membuat warga merasa dipersulit. Setiap keluhan yang kalian tangani dengan baik adalah amal ibadah dan bentuk pengabdian tertinggi.”
Dengan semangat baru ini, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Desa Alasrejo dan Kecamatan Wongsorejo dapat terus meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan, dan menjadikan Wongsorejo sebagai kecamatan yang ramah, solutif, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
