globalindoinvestigasi.vom
BANYUWANGI – Peringatan keras kembali terngiang di jalur pantura Banyuwangi. Kalimat “Mengantuk jangan mengemudi, mengemudi jangan mengantuk” bukan sekadar slogan, melainkan nyawa yang dipertaruhkan. Tragisnya, peringatan ini datang terlambat bagi Taufiqur Rohman (warga Desa Alasbuluh), seorang pengemudi travel yang meninggal dunia di tempat kejadian setelah mobilnya menghantam truk yang sedang parkir di tepi jalan.

Ketenangan dini hari di Lingkungan Kramasan, Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, buyar sudah pada Jumat (24/7/2026) sekira pukul 03.20 WIB. Suara benturan keras membangunkan warga yang tengah terlelap atau bersiap untuk salat Subuh. Saat menuju sumber suara di Jalan Raya Pantura (penghubung Jawa-Bali), mereka menemukan pemandangan memilukan: sebuah mobil travel penyok parah akibat menabrak bagian belakang truk.
Modus Kecelakaan: Kelelahan Hilangkan Konsentrasi
Berdasarkan kesaksian warga dan anggota BPD Alasbuluh, Sugianto, truk tersebut sedang parkir di bahu jalan karena pengemudinya sedang memperbaiki selang solar. Sementara itu, mobil travel yang datang dari arah utara diduga dikemudikan oleh sopir yang mengalami kelelahan ekstrem.
“Sepertinya pengemudi travelnya mengantuk. Jadi truk yang sedang parkir tidak bisa terlihat dengan baik hingga akhirnya terjadi kecelakaan,” tutur Nur Ali Mansur, warga sekitar lokasi kejadian.
Hilangnya konsentrasi sesaat akibat kantuk berujung fatal. Mobil travel yang seharusnya bisa menghindar atau mengurangi kecepatan, justru melaju tanpa kendali dan menghantam objek diam di depannya.
Korban Jiwa dan Luka Kritis
Akibat tabrakan dahsyat tersebut:
* Taufiqur Rohman (Pengemudi Utama): Meninggal dunia di tempat kejadian.
* Pengemudi Cadangan (Warga Desa Bengkak): Mengalami luka berat dan saat ini dalam kondisi kritis, sedang mendapatkan perawatan intensif di UGD Puskesmas Wongsorejo.
* Penumpang: Dua orang penumpang warga Wongsorejo yang berada di dalam mobil dilaporkan selamat namun mengalami syok berat.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi resmi dari Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, maupun Kanit Lantas, Aiptu Moch Anwar, masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
HIMBAUAN KERAS BAGI SELURUH PENGGUNA JALAN:
Menyusul tragedi ini, tokoh masyarakat dan aparat terkait menggema kan himbauan vital bagi seluruh pengemudi, terutama yang menempuh perjalanan jauh di malam hari:
1. Lawan Kantuk, Jangan Dipaksa: Jika mata sudah berat, pandangan kabur, atau kepala mengangguk, SEGERA BERHENTI. Cari area istirahat, rest area, atau masjid terdekat untuk tidur sejenak (power nap) 15-30 menit. Nyawa Anda jauh lebih berharga daripada target waktu tiba.
2. Waspada Objek Diam di Tepi Jalan: Banyak kecelakaan fatal terjadi karena menabrak truk/bus yang parkir tanpa lampu sein atau reflektor yang jelas. Selalu kurangi kecepatan di area rawan.
3. Gunakan Kopi/Energi dengan Bijak: Minuman berkafein hanya solusi sementara. Solusi terbaik tetaplah istirahat fisik.
4. Ganti Sopir Secara Berkala: Bagi kendaraan travel atau pribadi yang membawa co-driver, lakukan pergantian setiap 2-3 jam berkendara agar fokus tetap terjaga.
Kematian Taufiqur Rohman adalah pengingat pahit bahwa di balik kemudi, kita memegang nyawa sendiri dan orang lain. Jangan biarkan kantuk menjadi pembunuh senyap di jalanan. Istirahatlah sebelum terlambat.




