Sembilan Titik Karhutla dalam Sehari, BPBD Kotawaringin Barat Bergerak Cepat Lindungi Masyarakat

indriary22
IMG 20260808 000709

Kotawaringin Barat globalindoinvestigasi.com – Sembilan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam satu hari berhasil direspons cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat pada Kamis (6/8/2026). Sejak siang hingga malam, Pos Komando BPBD menerima sembilan laporan kejadian yang tersebar di wilayah Kecamatan Arut Selatan, Kumai, dan Pangkalan Lada.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa tingginya intensitas laporan tidak menyurutkan semangat personel di lapangan. Seluruh anggota TRC bergerak secara bergantian menuju lokasi untuk melakukan asesmen, pemadaman, hingga proses pendinginan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Adapun lokasi penanganan meliputi Sungai Baru/Tatas, Jalan A. Yani Km 12, Bundaran Jagung Kecamatan Pangkalan Lada, Sungai Tendang, kawasan SMKN 2 Kumai Desa Kubu, belakang Pesantren Bina Insan, Jalan Samari 2, Jalan Padat Karya 1 Desa Sungai Kapitan–Kelurahan Candi, serta Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Sidorejo.

Dalam setiap operasi pemadaman, BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat tidak bekerja sendiri. Penanganan dilakukan melalui sinergi bersama Manggala Agni, Polri, TNI, PMI Kabupaten Kotawaringin Barat, KPHP, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi faktor penting sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat, meskipun beberapa kejadian terjadi hampir bersamaan.
Samuel mengapresiasi dedikasi seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla. Menurutnya, kerja sama yang solid merupakan kunci utama dalam melindungi masyarakat dan meminimalkan dampak kebakaran selama musim kemarau.
BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Sembilan titik kebakaran dalam satu hari, sembilan kali respons, dan satu komitmen untuk melindungi Kotawaringin Barat.” Semangat tersebut menjadi bukti kesiapsiagaan BPBD bersama seluruh mitra dalam menghadapi ancaman karhutla demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Jurnalis: AGM