globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Rasa aman warga perempuan di Kecamatan Wongsorejo kembali terusik. Isu meresahkan tentang pelecehan seksual verbal dan fisik, yang dikenal warga sebagai aksi “bekap bokong” (memegang pantat korban), mencuat ke permukaan setelah terjadi insiden serius di Jalan Nasional Desa Alasrejo pada Selasa malam (21/7/2026), sekitar pukul 21.00 WIB.
Modus operandi pelaku teridentifikasi jelas: menggunakan sepeda motor, membuntuti korban wanita yang juga berkendara sendirian di malam hari, lalu saat jarak mendekat, pelaku nekat meraba bagian tubuh sensitif korban sebelum tancap gas kabur.
Korban Berdatangan dari Alasbuluh hingga Bangsring
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tidak hanya satu orang. Seorang warga Desa Alasbuluh berinisial (J) dan seorang warga Desa Bangsring berinisial (A) melaporkan mengalami perlakuan serupa di kawasan tersebut. Aksi bejad ini dilakukan di jalan utama yang seharusnya menjadi jalur aman bagi mobilitas warga, namun kini berubah menjadi zona mencekam bagi kaum hawa.
“Dia tiba-tiba muncul dari belakang, dekat sekali, lalu tangannya iseng memegang. Saya kaget dan takut, untung bisa segera menjauh,” ujar salah satu korban yang enggan disebutkan identitas lengkapnya karena trauma.
Dampak Psikologis: Wanita Trauma Naik Motor Sendirian
Akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab ini, timbul ketakutan massal di kalangan perempuan. Banyak warga perempuan yang mengaku takut keluar rumah atau berkendara melewati Desa Alasrejo pada malam hari. Hak mereka untuk merasa aman di ruang publik telah dirampas oleh perilaku primitif seorang predator jalanan.
“Ini bukan sekadar iseng, ini kejahatan seksual! Bagaimana kami bisa tenang jika setiap kali naik motor ada bayang-bayang tangan jahil yang siap menyentuh?” keluh seorang aktivis perempuan setempat.
HIMBAUAN KERAS DAN TUNTUTAN WARGA:
Menyikapi situasi genting ini, tokoh masyarakat dan warga mendesak pihak berwajib untuk bertindak cepat. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian mengenai penangkapan pelaku. Oleh karena itu, disampaikan himbauan penting:
1. Bagi Korban & Saksi: Jangan diam! Segera laporkan kejadian ini ke Polsek Wongsorejo atau Polresta Banyuwangi. Deskripsi kendaraan, ciri-ciri pelaku, dan waktu kejadian sangat membantu penyidikan.
2. Bagi Wanita Pengendara Motor:
* Hindari berkendara sendirian di jalur sepi atau minim penerangan pada malam hari jika memungkinkan.
* Gunakan jaket tebal atau baju lengan panjang untuk meminimalisir kontak fisik langsung.
* Selalu waspada terhadap kendaraan yang membuntuti dari belakang. Jika merasa dibuntuti, segera belok ke area ramai, minimarket, atau pos keamanan terdekat.
3. Bagi Aparat Kepolisian: Lakukan patroli rutin (blusukan) di Jalan Nasional Alasrejo pada jam-jam rawan (malam hari). Pasang CCTV di titik-titik strategis jika memungkinkan. Tangkap pelaku secepatnya untuk memberikan efek jera dan mengembalikan rasa aman warga.
4. Bagi Masyarakat: Mari saling jaga. Jika melihat ada wanita yang dibuntuti atau dicurigai ada aksi pelecehan, jangan ragu untuk bersuara atau membantu melapor.
Keamanan adalah hak asasi setiap warga. Jangan biarkan Desa Alasrejo dicap sebagai “sarang predator” karena kelambanan penanganan kasus. Polisi, tunjukkan taringmu!
