Daerah  

TRAGEDI KERAN KERING! PDAM Wongsorejo Dinilai Abai: Air Mati Total Tanpa Kabar, Warga Waswas Minum “Air Karatan” dari Pipa Usang

kurniadi280367
Screenshot 2026 08 10 15 41 16 23 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

globalindoinvestigasi.com

BANYUWANGI – Rasa sabar warga Kecamatan Wongsorejo似乎 telah habis. Keluhan demi keluhan terkait pelayanan Perumda Air Minum (PDAM) Wongsorejo kini mencapai titik didih. Pada Senin (10/8/2026), ratusan kepala keluarga kembali mengeluhkan dua masalah klasik yang tak kunjung usai: debit air yang sangat kecil hingga sering mati total tanpa pemberitahuan, serta kualitas air yang diragukan kebersihannya.

Ironisnya, warga membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu. “Dulu kalau air bau kaporit masih bisa dimaklumi karena itu tanda disinfeksi. Tapi sekarang? Airnya kecil, matinya lama, dan warnanya pun tidak jernih. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal hak dasar hidup,” keluh seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena takut mengalami pemutusan sepihak.

Misteri Pipa “Abadi”: Ancaman Kesehatan Tersembunyi?

Yang lebih meresahkan adalah pertanyaan besar mengenai infrastruktur. Warga menduga kuat bahwa jaringan pipa distribusi di beberapa wilayah Wongsorejo sudah berusia puluhan tahun tanpa pernah ada penggantian atau maintenance besar-besaran.

“Kami khawatir dengan kesehatan kami. Pipa yang sudah tua rawan bocor, berkarat, dan terkontaminasi tanah. Apakah PDAM tidak berpikir tentang dampak jangka panjangnya? Jangan-jangan kami sedang minum air yang penuh logam berat atau bakteri,” tambah warga lainnya dengan nada penuh kekhawatiran.

Kondisi ini diperparah oleh ketiadaan informasi resmi. Warga merasa dibiarkan dalam ketidakpastian, sementara tagihan rekening tetap datang tepat waktu setiap bulannya.

TUNTUTAN TEGAS MASYARAKAT:

1. Transparansi Total Kondisi Infrastruktur: Publik berhak tahu kapan terakhir kali pipa utama diganti? Berapa persen kebocoran yang terjadi? Jangan tutup-tutupi data kerusakan.
2. Uji Lab Independen: Lakukan uji kualitas air secara terbuka dan hasilnya dipublikasikan. Buktikan bahwa air yang keluar dari keran warga aman dikonsumsi dan bebas dari kontaminasi pipa tua.
3. Perbaikan Debit Segera: Hentikan alasan “cuaca” atau “sumber air baku”. Cari solusi teknis nyata untuk menjamin aliran air stabil 24 jam, terutama di jam-jam puncak.
4. Konfirmasi Resmi: Kami mendesak Direksi PDAM Wongsorejo untuk segera memberikan keterangan resmi. Diamnya pihak perusahaan di tengah krisis kepercayaan ini hanya akan semakin memicu kemarahan warga.

Air adalah hak asasi, bukan komoditas bisnis yang boleh diabaikan kualitasnya. Jika PDAM Wongsorejo terus abai, jangan salahkan warga jika suatu hari nanti menuntut ganti rugi atas gangguan kesehatan yang timbul!

Sementara belum ada konfirmasi resmi dari perumda Wongsorejo sampai berita ini ditulis