globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Pagi yang seharusnya diisi kesibukan aktivitas pelabuhan berubah menjadi duka mendalam. Sebuah kecelakaan maut kembali merenggut nyawa di ruas jalan strategis Banyuwangi–Situbondo, tepatnya di kawasan Ketapang, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Selasa (18/8/2026) pagi, sekitar pukul 05.45 WIB, GWN (27), warga Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, tewas seketika setelah sepeda motor Honda CBR yang dikendalikannya menghantam bagian belakang truk Hino yang sedang parkir di bahu jalan.
Kecelakaan ini terjadi dalam kondisi cahaya matahari yang mulai terbit, namun naiknya adrenalin atau kecepatan berlebih tampaknya telah membutakan kewaspadaan korban.
Kronologi: Oleng Tak Terkendali, Hantam Besi Dingin
Berdasarkan keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, IPDA Tri Pepri Alfian, S.H., CPHR., CBA, truk Hino dengan plat nomor DK 8251 CV yang dikemudikan oleh STO (50), warga Pagak, Malang, saat itu sedang berhenti di bahu jalan sisi barat dengan posisi menghadap utara. Kondisi ini seharusnya aman bagi pengguna jalan lain.
Namun, dari arah selatan, GWN melaju kencang menggunakan Honda CBR berplat P 4108 EG. Saat mendekati lokasi truk, ia diduga kehilangan kendali. Motor tersebut oleng ke kiri dan tanpa ampun menghantam bagian belakang kanan truk.
“Pengendara Honda CBR diduga tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Motor oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang kanan truk,” jelas Tri Pepri.
Fakta Mencengangkan: Tidak Memiliki SIM
Hasil pemeriksaan awal petugas di lokasi mengungkapkan fakta yang memperparah tragedi ini: GWN ternyata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ketidaksiapan mental dan teknis dalam berkendara, ditambah dengan dugaan kecepatan tinggi, menjadi kombinasi mematikan yang merenggut nyawanya di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, pengemudi truk, STO, tercatat memiliki SIM BII Umum yang masih berlaku, sehingga tidak ada unsur kelalaian dari pihak truk yang diparkir secara wajar di bahu jalan.
Evakuasi dan Penyelidikan Lanjutan
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi. Jenazah GWN kemudian dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk proses visum et repertum. Polresta Banyuwangi masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi kedua kendaraan untuk memastikan apakah ada faktor teknis lain yang berkontribusi terhadap kecelakaan ini.
PERINGATAN KERAS BAGI PENGEMUDI:
Kecelakaan ini adalah pengingat pahit bahwa SIM bukan sekadar kartu plastik, tapi bukti kompetensi. Berkendara tanpa bekal keterampilan dan memacu kendaraan di luar batas kewajaran hanya akan membawa petaka. Hati-hati di jalan, karena nyawa tidak bisa dibeli kembali!




