globalindoinvestigasi.com
BANYUWANGI – Slogan “Banyuwangi Bersih” bukan sekadar jargon politik, melainkan aksi nyata yang kini digelorakan di garis depan. Camat Wongsorejo, Muhammad Mahfud, menunjukkan kepemimpinan dengan contoh langsung (leading by example) dengan memimpin aksi bersih-bersih massal setiap hari Jumat. Fokus utamanya? Area yang selama ini dianggap kotor, khususnya di sepanjang Jalan Nasional rute Banyuwangi-Situbondo.

Pada Jumat (24/7/2026), suasana berbeda terlihat di pinggir jalan utama tersebut. Camat Mahfud, bersama seluruh staf kecamatan dan perangkat desa, serempak turun tangan memunguti sampah, membersihkan selokan, dan merapikan lingkungan kantor serta bahu jalan. Aksi ini bukan formalitas, melainkan bentuk kepedulian tinggi terhadap citra wilayah.
Motivasi Kuat: Wongsorejo Adalah “Wajah” Pertama Pengunjung
Dalam keterangannya di lokasi, Camat Mahfud menekankan alasan strategis mengapa Wongsorejo harus bersih. “Wongsorejo adalah pintu masuk wisata yang menuju ke pusat Kabupaten Banyuwangi dan bahkan menjadi jalur transit menuju Bali. Jika pengunjung pertama kali melihat sampah menumpuk di sini, bagaimana kesan mereka tentang kita?” ungkapnya tegas.
Pesan ini menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi seluruh warga. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi cerminan martabat dan harga diri masyarakat setempat.
Tantangan Nyata: Tidak Ada TPA, Tapi Bukan Alasan Jorok
Camat Mahfud juga mengakui adanya kendala infrastruktur, yakni belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau fasilitas pengelolaan sampah terpadu di Wongsorejo. Namun, ia menegaskan bahwa ketiadaan TPA bukanlah alasan untuk membuang sampah sembarangan.
“Kami memang menekan agar tidak buang sampah sembarangan. Walaupun Wongsorejo tidak memiliki pembuangan sampah akhir saat ini, tapi setidaknya kita bisa mencegah sampah menumpuk di pinggir jalan nasional. Mulailah dari hal kecil: bawa pulang sampah Anda, atau kumpulkan di titik sementara yang telah disediakan,” imbuhnya.
HIMBAUAN & MOTIVASI UNTUK MASYARAKAT:
1. Jadilah Tuan Rumah yang Baik: Bayangkan jika ada tamu istimewa datang ke rumah Anda. Anda pasti membersihkannya. Jalan nasional adalah “ruang tamu” kita bersama. Jangan biarkan kotor dan berantakan.
2. Sampahmu, Tanggung Jawabmu: Jangan menunggu petugas datang. Jika Anda membawa makanan/minuman saat berkendara, simpan sampahnya hingga menemukan tempat sampah. Ini adalah bentuk disiplin diri tertinggi.
3. Gotong Royong Itu Indah: Lihatlah Camat dan staf yang rela berkeringat membersihkan lingkungan. Jika aparatur saja mau turun tangan, apalagi kita sebagai pemilik wilayah? Mari luangkan waktu 10 menit seminggu untuk membersihkan area depan rumah.
4. Dukung Pariwisata Lokal: Dengan lingkungan yang bersih, wisatawan akan nyaman berkunjung. Dampaknya? Ekonomi warga ikut bergerak. Kebersihan berbanding lurus dengan kesejahteraan.
Mari buktikan bahwa warga Wongsorejo adalah warga yang beradab, disiplin, dan cinta tanah air. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, kita sudah berkontribusi besar untuk kemajuan Banyuwangi.



